Minggu, 21 Juni 2015

NYAMUK-NYAMUK KERINDUAN



'Ngiiing...'
bunyi nyamuk di telinga
saat malam sepi merindu
gigil basah sehabis hujan

'Ngiiing...'
ingin kucumbu bayanganmu
kutakut rembulan cemburu
malam ini kumamah sepi

'Plaaak !!!'
kerinduan memerah pasrah
pada janji yang terabai pilu
dari sandiwara di ujung cinta

Barabai,05/Nopember/2014

SAJAK-SAJAK YANG MULAI MEMBASAH




Di reranting jiwa
burung-burung kecil bernyanyi
melagukan elegi pasang-surutnya cinta
di laut kerinduan yang mulai terabai pilu

Sejenak menafakuri jejak-jejak kerinduan
sejuk dan damai di ujung pengharapan
saat mencoba melukis senyum embun
pada sudut gersangnya kemarau jiwa


Sajak-sajakku kini telah menjelma hujan
di dalam dada yang penuh gerimis
hingga kurenangi lagi Alif Lam Mim
kembali mencumbu bayang-bayangmu


Barabai,20/September/2014

GERSANG


Di sela penantian panjang dan berdebu angan-angan menganak sungai melarung beribu mimpi

Dan terlantunlah isak mengharu-biru bagai sekawanan burung mematuk-matuk remah janji di ujung kepasrahan

Kuteriakkan namamu seiring nyanyian kabut kemarau di hunjuran benua yang renta masih selalu tertatah bayang wajahmu

Saat angin kering berkhabar sendu langit muram mewarta tentangmu hingga musim telah membawamu berlalu dari sisi kesyahduan kasih terabai pilu

Semua yang telah kita semai kini gersang kembali menjelma gurun-gurun penuh pasir dan debu-debu tanda tanya hanya menyisakan aku tanpamu

Barabai, 27/September/2014