Di sela penantian panjang dan
berdebu angan-angan menganak sungai melarung beribu mimpi
Dan terlantunlah isak mengharu-biru
bagai sekawanan burung mematuk-matuk remah janji di ujung kepasrahan
Kuteriakkan namamu seiring nyanyian
kabut kemarau di hunjuran benua yang renta masih selalu tertatah bayang wajahmu
Saat angin kering berkhabar sendu
langit muram mewarta tentangmu hingga musim telah membawamu berlalu dari sisi
kesyahduan kasih terabai pilu
Semua yang telah kita semai kini
gersang kembali menjelma gurun-gurun penuh pasir dan debu-debu tanda tanya
hanya menyisakan aku tanpamu
Barabai, 27/September/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar