Minggu, 21 Juni 2015

GERSANG


Di sela penantian panjang dan berdebu angan-angan menganak sungai melarung beribu mimpi

Dan terlantunlah isak mengharu-biru bagai sekawanan burung mematuk-matuk remah janji di ujung kepasrahan

Kuteriakkan namamu seiring nyanyian kabut kemarau di hunjuran benua yang renta masih selalu tertatah bayang wajahmu

Saat angin kering berkhabar sendu langit muram mewarta tentangmu hingga musim telah membawamu berlalu dari sisi kesyahduan kasih terabai pilu

Semua yang telah kita semai kini gersang kembali menjelma gurun-gurun penuh pasir dan debu-debu tanda tanya hanya menyisakan aku tanpamu

Barabai, 27/September/2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar